www.fokusnasional.id – Batu Bangkis berada di kawasan Situs Diduga Objek Cagar Budaya (ODCB) Gunung Sangkur, Kecamatan Pataruman, Kota Banjar, Jawa Barat. Lokasi ini memiliki nilai sejarah yang penting, dan banyak kisah menarik yang melibatkan batu ini, yang dianggap sakral oleh masyarakat setempat.
Penemuan Batu Bangkis menjadi sorotan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banjar, menunjukkan keberagaman warisan budaya yang harus dijaga dan dilestarikan. Dengan latar belakang alam yang indah dan sejarah yang kaya, Batu Bangkis menjadi destinasi yang menarik bagi para peneliti maupun wisatawan.
Tepat berada di lahan BKPH Banjar Selatan, Batu Bangkis dikelilingi oleh situs-situs bersejarah lain seperti Sanghyang Bedil dan Batu Pangkon. Kekayaan budaya ini memberikan identitas yang kuat bagi masyarakat lokal sekaligus menarik perhatian para pengunjung.
Kisah Menarik Batu Bangkis yang Dianggap Sakral oleh Masyarakat Setempat
Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kota Banjar, Tatang Heryanto, menjelaskan bahwa Batu Bangkis merupakan monolit breksi vulkanik dengan komposisi basaltis. Dalam bahasa lokal, batu ini kerap disebut Batu Budug, mencerminkan keunikan budaya setempat.
Saat diamati, permukaan Batu Bangkis tidak menunjukkan tanda-tanda tangan manusia, melainkan terlihat alami. Hal ini memperkuat keyakinan masyarakat bahwa Batu Bangkis adalah objek bersejarah yang sakral dan bukan buatan manusia.
Bentuk Batu Bangkis yang menyerupai katak besar atau bangkong, menambah keunikan dan daya tariknya. Panjangnya mencapai 6,5 meter, dengan lebar 2,20 meter dan tinggi sekitar 1,90 meter, menjadikannya salah satu struktur alam yang menonjol di kawasan tersebut.
Menurut juru kunci setempat, istilah “bangkis” merupakan penghalusan dari istilah “bangkong”, sebagai bentuk penghormatan. Penghalusan ini menunjukkan kedalaman nilai-nilai budaya dan tabu yang dianut oleh masyarakat lokal.
Ada juga nilai budaya dan sakral yang melekat pada Batu Bangkis sebagai sarana peribadatan di masa lalu. Tradisi tersebut dipengaruhi oleh kepercayaan masyarakat akan unsur megalitik yang menjadi bagian penting dari sejarah budaya kawasan ini.
Tradisi Budaya yang Terhubung dengan Batu Bangkis
Pada masa Islam, penghormatan terhadap Batu Bangkis dilakukan melalui tradisi yang disebut Nyuguh, yang berlangsung setiap bulan Maulud. Saat ini, meskipun tradisi tersebut tidak lagi dilaksanakan di lokasi Batu Bangkis, masyarakat tetap menjaga nilai-nilai tersebut melalui perayaan di kampung.
Penting untuk dicatat bahwa pengunjung yang datang ke lokasi Batu Bangkis harus menghormati pantangan yang ada. Dilarang mengucapkan kata bangkong, karena dapat menyebabkan musibah menurut kepercayaan juru kunci setempat.
Selain itu, terdapat pula pantangan untuk tidak mengadakan pertunjukan wayang. Pantangan ini berkaitan dengan keberadaan batu Sanghyang Wenang di puncak Gunung Sangkur, yang memiliki makna penting bagi masyarakat.
Inilah beberapa aspek yang menunjukkan betapa besarnya penghormatan masyarakat setempat terhadap Batu Bangkis. Setiap tradisi dan pantangan memiliki cerita dan makna mendalam yang terhubung dengan sejarah dan budaya mereka.
Batu Bangkis bukan hanya sekadar objek wisata. Ia merupakan simbol dari kehidupan, tradisi, dan identitas masyarakat yang terus dijaga dan dilestarikan dari generasi ke generasi.
Aspek Sejarah dan Penamaan Gunung Sangkur yang Menarik
Menurut juru kunci, Batu Bangkis di kawasan ini juga merupakan tempat persinggahan bagi leluhur dan berkaitan erat dengan istilah “nyingkur”. Istilah tersebut berubah seiring waktu menjadi “Sangkur”, memberikan nama yang dikenalkan kepada Gunung Sangkur.
Nama ini berhubungan dengan banyak sejarah dan mitos yang mengelilingi kawasan ini. Beberapa orang juga mengaitkan istilah “Sangkur” dengan legenda Sangkuriang, yang memberikan dimensi tambahan pada penamaan gunung ini.
Di Pagerbatu, berbeda namun saling berhubungan, terdapat objek budaya yang dikenal sebagai Batu Ranggon, yang dianggap terkait dengan Saung Dayang Sumbi, ibu dari Sangkuriang. Keterkaitan antara legenda dan situs ini menunjukkan betapa kaya dan beragamnya narasi budaya di daerah tersebut.
Sejarah seperti ini memberi inspirasi bagi masyarakat untuk mengenal lebih jauh dan menghargai warisan budaya yang ada. Setiap sudut dan setiap batu memiliki kisah yang menunggu untuk diceritakan.
Oleh karena itu, Batu Bangkis dan sekitarnya tidak hanya menjadi bagian dari sejarah, tetapi juga representasi dari identitas budaya masyarakat Banjar yang kaya akan lore dan tradisi.


