www.fokusnasional.id – Setelah mengalami berbagai proses hukum yang cukup panjang, Na Daehoon dan istrinya, Julia Prastini alias Jule, akhirnya resmi bercerai. Pengadilan Agama Jakarta Selatan mengambil keputusan tersebut pada 3 Desember 2025 melalui sistem elektronik e-court, menandakan berakhirnya ikatan pernikahan pasangan ini yang telah menjadi perbincangan publik.
Keputusan mengenai perceraian ini dikonfirmasi oleh kuasa hukum Daehoon, Rio Rahmat Effendi pada 5 Desember 2025. “Putusannya sudah keluar dan dikabulkan,” kata Rio, menegaskan bahwa proses hukum telah berjalan sesuai dengan prosedur yang berlaku dan telah mencapai tahap akhir.
Dengan adanya putusan cerai ini, berbagai spekulasi dan opini publik mengenai kehidupan pribadi Daehoon dan Jule mulai terjawab. Masyarakat pun menyoroti bagaimana perceraian ini dapat memengaruhi kehidupan mereka, terutama bagi anak-anak mereka.
Proses Hukum yang Mengantarkan pada Perceraian
Dalam penjelasan yang diberikan oleh kuasa hukum, permohonan cerai yang diajukan oleh Daehoon diputuskan secara verstek. Hal ini terjadi karena Jule, sebagai pihak yang dituntut, tidak hadir dalam beberapa sidang yang telah ditentukan. Pengadilan pun memutuskan untuk mengabulkan permohonan tersebut setelah mempertimbangkan aspek hukum yang ada.
“Permohonan cerai ini dikabulkan berdasarkan ketidakhadiran Jule dalam persidangan,” tambah Rio. Keputusan tersebut mengundang reaksi dari berbagai pihak, terutama pengamat hukum dan publik yang mengikuti kasus ini dengan seksama.
Selain proses perceraian, hakim juga memutuskan mengenai hak asuh anak. Daehoon diberikan hak untuk mengasuh ketiga anak mereka, sebuah keputusan yang tentunya akan berpengaruh pada dinamika keluarga mereka ke depan.
Putusan ini menegaskan bahwa Daehoon berhak untuk mengasuh anak-anak hingga mereka mencapai usia dewasa atau menikah. “Anak-anak tersebut berada di dalam kuasa asuhnya selama mereka memerlukan perhatian dan perlindungan,” jelas Rio lebih lanjut mengenai keputusan yang diambil oleh majelis hakim.
Menjaga Hubungan Keluarga Pasca Perceraian
Walaupun Na Daehoon kini memiliki hak asuh atas anak-anak, ia tetap berkewajiban untuk memberikan akses kepada Jule agar dapat bertemu dengan anak-anak mereka. Hal ini menunjukkan kesadaran akan pentingnya peran seorang ibu dalam kehidupan anak. Jule tetap menjadi sosok yang berharga dalam kehidupan mereka, meskipun pernikahan telah berakhir.
“Pemohon harus memberikan kesempatan kepada Jule untuk bertemu dengan anak-anak dan mencurahkan kasih sayang sebagai seorang ibu,” tegas Rio. Ini menunjukkan komitmen Daehoon untuk memastikan hubungan keluarga tetap utuh meskipun dalam situasi yang sulit.
Na Daehoon memahami bahwa pertumbuhan dan perkembangan anak memerlukan dukungan dari kedua orang tua. Dengan memberikan akses kepada Jule, ia berupaya untuk menciptakan lingkungan yang positif bagi anak-anak mereka, meskipun harus melalui proses perceraian yang rumit.
Adanya keputusan ini juga bisa menjadi contoh bagi orang tua lainnya tentang bagaimana seharusnya menjaga hubungan baik walaupun telah berpisah. Komunikasi dan kesepakatan yang jelas adalah kunci dalam menjalin hubungan yang tetap harmonis untuk kepentingan anak.
Polemik Sebelumnya: Dugaan Perselingkuhan dan Akibatnya
Kisah perceraian ini tak lepas dari dugaan perselingkuhan yang melibatkan Jule dengan seorang petinju, yang sempat viral di media sosial. Sejak Oktober 2025, rumor tersebut beredar luas dan memicu berbagai reaksi dari masyarakat. Hal ini menjadi bagian penting dari narasi di balik perceraian mereka, memberikan latar belakang yang lebih kompleks terhadap masalah ini.
Tepat pada 6 November 2025, Na Daehoon mengajukan gugatan cerai setelah kabar perselingkuhan itu mencuat. Meskipun proses hukum tidak berjalan mulus, putusan pengadilan akhirnya menempatkan Daehoon sebagai pemenang dalam perceraian ini, terutama berkaitan dengan hak asuh anak.
Keputusan akhir ini tentu memberikan kelegaan bagi Daehoon. Ia berhasil mendapatkan hak asuh anak dengan segala hak dan kewajibannya sebagai orang tua. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun melalui situasi yang cukup sulit, komitmennya terhadap anak tetap menjadi prioritas.
Sementara itu, publik melihat tindakan Daehoon yang tetap tenang dan tidak ingin membawa aib mantan istrinya ke permukaan sebagai suatu sikap yang patut dicontoh. Ini menunjukkan ketangguhan dan kedewasaan dalam menghadapi masalah, meskipun dihadapkan pada situasi yang sangat emosional.
Mendapat Dukungan Publik Setelah Perceraian
Sejak berita perceraian ini mencuat, Na Daehoon menerima banyak dukungan dari penggemarnya di media sosial. Perubahan status kehidupannya telah menarik perhatian dan empati banyak orang, terutama karena cara dia menangani situasi ini dengan sangat elegan. Dukungan dari publik menjadi motivasi tersendiri bagi Daehoon untuk tetap berjuang demi kebahagiaan anak-anaknya.
Peningkatan jumlah pengikutnya di media sosial menunjukkan bahwa orang-orang jatuh hati pada sikap dan karakter Daehoon. Mereka menghargai keteguhan dan cara dia mengedepankan kepentingan anak dalam proses perceraian ini.
Na Daehoon pun kini menjadi sosok yang menginspirasi banyak orang, terutama bagi mereka yang menghadapi situasi serupa. Dengan ketenangan dan kedewasaan dalam menangani masalah, ia berhasil menunjukkan bahwa perceraian bukanlah akhir dari segalanya, tetapi mungkin merupakan awal baru untuk membangun kehidupan yang lebih baik.
Dalam perjalanan hidupnya selanjutnya, Daehoon diharapkan dapat terus menjadi panutan bagi banyak orang, terutama bagi kalangan muda yang menyaksikan setiap langkahnya. Semangat untuk terus maju dan tetap baik kepada orang-orang di sekelilingnya menjadi nilai tambah yang tak ternilai.


