www.fokusnasional.id – Dunia digital semakin berkembang, dan berita mengenai selebritas sekaligus pencipta konten kuliner, Farida Nurhan, baru-baru ini menjadi pembicaraan hangat. Farida, yang dikenal dengan sapaan Omay, mengumumkan niatnya untuk menjual saluran YouTube yang telah dibangunnya selama hampir sepuluh tahun.
Keputusan ini disampaikan di tengah acara bincang-bincang di podcast “Close The Door” bersama Deddy Corbuzier, di mana ia memberikan klarifikasi mengenai unggahan yang mengejutkan netizen. Farida juga menyatakan keinginannya untuk pamit dari platform yang telah membesarkan namanya tersebut.
Farida Nurhan Menjelaskan Tentang Angka Rp 10 Miliar yang Viral
Dalam podcast tersebut, Farida mengungkapkan bahwa angka Rp 10 miliar yang sempat ia sebutkan sebelumnya tidak dimaksudkan sebagai harga serius. Ia mengklarifikasi bahwa pernyataan tersebut hanyalah guyonan dan bukan penawaran nyata untuk salurannya.
Meskipun demikian, keputusan untuk berhenti mengunggah konten di YouTube adalah sebuah langkah yang serius dan sudah dipikirkan dengan matang. Farida merasa perlu memberikan penghargaan secara terbuka kepada platform yang telah memberinya banyak kesempatan.
Langkah ini juga merupakan cara untuk mengucapkan terima kasih kepada para penggemar yang setia selama ini. Dengan cara yang penuh penghormatan, Farida ingin meninggalkan kesan positif sebelum benar-benar menutup babak dalam kariernya di YouTube.
Alasan Finansial di Balik Keputusan Farida Nurhan
Keputusan Farida Nurhan untuk meninggalkan YouTube didasari oleh faktor ekonomi yang semakin tidak menguntungkan. Ia mengungkapkan bahwa pendapatannya kini tidak sebanding dengan investasi dan biaya produksi yang harus dikeluarkan.
Sebelumnya, Farida mengaku bisa meraup penghasilan yang menjanjikan, seperti Rp 350 juta dari satu video. Kini, ia hanya mendapatkan sekitar Rp 18 juta per bulan, sebuah penurunan yang dramatis dan menggugah pikirannya untuk mencari alternatif lain.
Situasi ini membuatnya merasa sulit untuk menutupi biaya operasional, termasuk pembayaran untuk videografer, editor, dan biaya-catering. Farida menggambarkan kondisinya sebagai “lebih besar pasak daripada tiang,” sebuah ungkapan yang sangat terwakili dalam situasi yang ia hadapi.
Alihkan Fokus ke Platform Lain yang Menjanjikan
Setelah lamanya menjalani masa pertimbangan, Farida akhirnya memutuskan untuk mengalihkan fokusnya ke TikTok dan Facebook. Menurutnya, kedua platform ini menawarkan kesempatan monetisasi yang lebih baik dibandingkan dengan YouTube.
Ia bahkan mengklaim bisa menghasilkan hingga Rp 150 juta per bulan di Facebook hanya dengan menggunakan modal kamera ponsel. Tanpa memerlukan tim produksi yang besar, ia merasakan kemudahan dalam beradaptasi dengan format yang lebih ringan dan efisien.
Di TikTok, Farida juga menemukan peluang baru melalui konten video pendek, menarik perhatian penonton dengan cara yang lebih dinamis. Ia memilih untuk aktif di TikTok Live dan mengikuti program afiliasi yang memberikan penghasilan yang menarik.
Perjalanan Karier Farida Nurhan yang Inspiratif
Farida Nurhan bukanlah sosok baru di dunia konten kreatif, dan latar belakang kehidupannya patut dicontoh. Terlahir di Lumajang pada 3 September 1982, perjuangannya hingga mencapai sukses telah menjadi inspirasi banyak orang.
Sebelum menjadi YouTuber yang dikenal luas, Farida pernah mengecap kehidupan yang keras sebagai Tenaga Kerja Wanita (TKW) selama lima tahun dan berkarier sebagai broker properti selama satu dekade. Pengalaman ini membentuk dirinya menjadi pribadi yang tangguh.
Dengan jargon khasnya “awur-awur emplok”, Farida berhasil mewujudkan banyak cita-cita yang sempat terpendam. Namun, mengingat selera pasar yang berubah, ia merasa bahwa YouTube kini seperti “mati suri” bagi para kreator kuliner, mengingat banyak merek yang berpindah ke platform lain.
Dengan segala pertimbangan dan pengalaman yang telah ia lalui, Farida Nurhan menutup babak panjang kariernya di YouTube untuk membuka lembaran baru. Keputusan ini mencerminkan keberaniannya dalam beradaptasi dengan perubahan zaman dan mencari peluang yang lebih baik.


