Fokus Nasional
  • Login
  • Home
  • Teknologi
  • Properti
  • Bisnis
  • Hiburan
  • Historia
SUBSCRIBE
No Result
View All Result
  • Home
  • Teknologi
  • Properti
  • Bisnis
  • Hiburan
  • Historia
No Result
View All Result
Fokus Nasional
No Result
View All Result

Sejarah Candi Ngetos Nganjuk Peninggalan Kerajaan Majapahit di Jawa Timur

Sejarah Candi Ngetos Nganjuk Peninggalan Kerajaan Majapahit di Jawa Timur

BacaJuga

Uang Logam Picis Cirebon Sebagai Warisan Mata Uang Kuno Nusantara

Uang Logam Picis Cirebon Sebagai Warisan Mata Uang Kuno Nusantara

Sejarah Tari Lenggang Bekasi Terinspirasi dari Cerita Rakyat Betawi

Sejarah Tari Lenggang Bekasi Terinspirasi dari Cerita Rakyat Betawi

www.fokusnasional.id – Sejarah Candi Ngetos di wilayah Nganjuk memiliki akar yang mendalam, dimulai pada abad ke-15 Masehi. Pada masa itu, Kerajaan Majapahit berada pada puncak kejayaannya, terutama di bawah pemerintahan Raja Hayam Wuruk, yang terkenal dengan kebijakan dan prestasinya yang cemerlang.

Candi Ngetos sekarang ini berfungsi sebagai tempat ibadah Hindu pada saat-saat tertentu dan masih aktif digunakan oleh para pengikut agama tersebut. Dahulu kala, wilayah Ngetos sangat dihormati sebagai tempat suci yang menjadi pusat peradaban Hindu, mencerminkan pentingnya candi ini dalam konteks sejarah dan budaya masyarakatnya.

Menurut catatan sejarah, Raja Hayam Wuruk berkeinginan agar dimakamkan di kaki Gunung Wilis, di mana Candi Ngetos terletak. Hal ini menunjukkan hubungan erat antara raja dan tempat tersebut, seiring dengan peran penting candi dalam menggambarkan kekuatan dan keagungan kerajaan pada masa itu.

Menelusuri Asal Usul dan Karakteristik Candi Ngetos yang Menarik

Pembangunan Candi Ngetos dipercayai dilakukan pada abad ke-15, yang merupakan masa kejayaan seni dan arsitektur di Majapahit. Meskipun banyak bagian bangunan yang mengalami kerusakan, karakteristik asli dari candi tersebut masih dapat dilihat dalam sisa-sisa yang ada.

Berdasarkan penelitian arkeologis, di dalam candi terdapat arca Siwa dan Wisnu, menegaskan bahwa candi ini dipersembahkan untuk kedua dewa tersebut. Asumsi ini diperkuat oleh fakta bahwa Raja Hayam Wuruk adalah seorang penganut Siwa, menunjukkan bahwa nilai spiritual di lokasi ini sangat tinggi.

Candi ini pada awalnya dikelilingi oleh tembok berbentuk cincin, menyediakan ruang yang sakral bagi pengunjung. Bangunan utama Candi Ngetos terbuat dari bata merah, dengan atap kayu yang semakin menunjukkan keindahan arsitektur zaman itu, dan berukuran lebih kurang 9,1 m panjang dan 10 m tinggi.

Sayang, meskipun ada empat relief yang seharusnya menghiasi candi, kini hanya ada satu yang tersisa. Ketiga relief lainnya telah hilang, bersama dengan pigura yang pernah ada, membuktikan bahwa waktu memiliki dampak yang besar pada fenomena sejarah ini.

Meneliti Bagian Terpenting dari Candi Ngetos

Salah satu daya tarik utama Candi Ngetos adalah ornamen Kala yang menghiasi bagian atas badan bangunan. Sayangnya, ornamen ini mulai aus seiring waktu, dengan hanya ornamen di sisi selatan yang masih menunjukkan kejelasan ukirannya.

Candi juga menarik perhatian para peneliti, termasuk Raffles, gubernur Hindia Belanda, yang tertarik pada keunikan arsitektur dan sejarahnya. Laporan-laporan dari tahun 1868 hingga 1917 mencatat pentingnya lokasi ini dalam konteks penelitian arkeologi zaman kolonial.

Arkeolog Belanda, Hoepermans, melaporkan adanya dua candi kembar saat itu, namun salah satunya kini telah hilang. Penggambaran yang jauh dari sempurna ini menunjukkan betapa banyak yang telah hilang akibat pengabaian dan ketidaktahuan terhadap pentingnya situs bersejarah ini.

Candi Ngetos Sebagai Destinasi Wisata Sejarah yang Menarik

Walaupun ukurannya kecil jika dibandingkan dengan candi lainnya, Candi Ngetos menawarkan pesona wisata yang unik berkat nilai sejarah yang tertanam dalamnya. Banyak wisatawan datang dengan tujuan untuk mengeksplorasi dan mempelajari sejarah yang menyelimuti candi ini dan perannya dalam peradaban Hindu.

Keberadaannya yang jauh dari keramaian pusat kota dan lokasinya yang menghadap Gunung Wilis memberikan pengalaman menjelajah yang tak terlupakan bagi para pengunjung. Pemandangan alam yang menawan menjadi daya tarik tambahan bagi setiap orang yang datang ke sini.

Kebanyakan pengunjung adalah masyarakat lokal dan wisatawan yang berasal dari sekitar Nganjuk, terutama pada hari-hari libur di mana jumlah pengunjung meningkat secara signifikan. Dengan tiket masuk yang sangat terjangkau, yaitu Rp5.000 per orang, candi ini menjadi lokasi yang ramah bagi semua kalangan.

Jam operasional Candi Ngetos adalah setiap hari, mulai pukul 08.00 hingga 16.00 WIB, menawarkan kesempatan yang luas bagi pengunjung untuk menjelajah. Fasilitas yang disediakan pun cukup lengkap, termasuk area parkir yang memadai, pusat informasi, tempat foto, dan warung makan yang siap melayani pengunjung.

Toleransi dan Kerukunan dalam Sejarah Candi Ngetos

Selain keindahan arsitektural, Candi Ngetos juga berdiri sebagai simbol toleransi antar agama di Kabupaten Nganjuk, yang mayoritas penduduknya beragama Islam. Sejarah candi ini menunjukkan bahwa meskipun perbedaan agama ada, kerukunan dan penghormatan terhadap budaya yang berbeda tetap terpelihara dengan baik dalam komunitas lokal.

Masyarakat Nganjuk menganggap keberadaan candi sebagai warisan yang patut dijaga dan dihormati, menjadikan Candi Ngetos sebagai titik pertemuan antar budaya yang kaya. Sehingga, interaksi antar umat beragama tetap terjalin meski dalam lingkup yang bervariasi.

Dengan demikian, Candi Ngetos tidak hanya menarik sebagai objek wisata, tetapi juga sebagai tempat untuk memahami interaksi dan harmonisasi budaya yang telah terjaga selama ratusan tahun. Ini menciptakan daya tarik lebih bagi setiap pengunjung yang ingin memahami lebih mendalam tentang sejarah dan warisan yang terkandung di dalamnya.

Secara keseluruhan, Candi Ngetos adalah simbol perdamaian dan toleransi di tengah keragaman, menjadikannya layak untuk dilestarikan oleh generasi yang akan datang. Pengunjung yang datang tidak hanya akan disuguhi keindahan pemandangan, tetapi juga dapat memperdalam pengetahuan mengenai sejarah yang menyelimuti tempat ini.

Previous Post

Mengenal Aplikasi Viggle AI untuk Membuat Animasi Menarik

Next Post

Park Min Young dan Wi Ha Joon Siap Beradu Akting di Drama Korea Siren’s Kiss

Rekomendasi

No Content Available

Jaringan Media

  • lensautama.id
  • wartafakta.id
  • kabarsuara.id
  • beritacepat.id
  • posbenua.id
  • metrosuara.id
  • lineberita.id
  • radarharian.id
  • tempoaktual.id
  • pantauindonesia.id
  • sekilasnews.id
  • fokustempo.id
  • mediapos.id
  • bangsanews.id
  • terasfakta.id
  • indofakta.id
  • indotempo.id
  • arahberita.id
  • rincilokal.id
  • lacakberita.id
  • cuplikdata.id
  • siarandaerah.id
  • nalarberita.id
  • narasiutama.id
  • pusatkabar.id
  • pantaupublik.id
  • teropongpublik.id
  • portalkabar.id
  • kilaswarta.id
  • cahayaberita.id
  • rekamfakta.id
  • pijarberita.id
  • detilberita.id
  • indokritis.id
  • citraberita.id
  • perskita.id
  • nusainfo.id
  • lintasbangsa.id
  • laporanmetro.id
  • lensapublik.id
  • citraharian.id
  • zonaliputan.id
  • liputanmetro.id
  • indoheadline.id
  • arahkabar.id
  • zonajurnalis.id
  • infobangsa.id
  • logikaberita.id
  • mediasiaran.id
  • rakyatupdate.id
  • infoheadline.id
  • beritakritis.id
  • suarawan.id
  • jurnalita.id
  • layardunia.id
  • fokuspagi.id
  • indonesiacek.id
  • saluranrakyat.id
  • livemetro.id
  • setarainfo.id
  • rakyatinfo.id
  • detaklokal.id
  • harianlokal.id
  • metromerdeka.id
  • opiniglobal.id
  • ulasutama.id
  • potretpublik.id
  • pantaukabar.id
  • infonyata.id
  • kupasin.id
  • lipututama.id
  • riliskini.id
  • layarkabar.id
  • rekamperistiwa.id
  • tapkabar.id
  • pintukabar.id
  • intipfakta.id
  • laporterbaru.id
  • serbuanews.id
  • detakmedia.id
  • realitaterkini.id
  • petaberita.id
  • intikabar.id
  • mediaagenda.id
  • sisiberita.id
  • jakartavnews.com
  • wartafokus.com
  • bicarapublik.com
  • pantaumedia.com
  • rilisutama.com
  • suaraperistiwa.com
  • stasiunfakta.com
  • kabartajam.com
  • wawasanberita.com
  • sinyalberita.com
  • penanasional.com
  • medianalar.com
  • metronarasi.com
  • publikraya.com

Kategori

  • Bisnis
  • Hiburan
  • Historia
  • Properti
  • Teknologi
Fokus Nasional

© 2025 FokusNasional - Seluruh hak cipta dilindungi hukum Republik Indonesia.

Informasi Kami

  • Hubungi Kami
  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi

Social Media

No Result
View All Result
  • Home
  • Teknologi
  • Properti
  • Bisnis
  • Hiburan
  • Historia

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?