Fokus Nasional
  • Login
  • Home
  • Teknologi
  • Properti
  • Bisnis
  • Hiburan
  • Historia
SUBSCRIBE
No Result
View All Result
  • Home
  • Teknologi
  • Properti
  • Bisnis
  • Hiburan
  • Historia
No Result
View All Result
Fokus Nasional
No Result
View All Result

Sejarah Masjid Pathok Negoro dan Peranannya dalam Jejak Kraton

Sejarah Masjid Pathok Negoro dan Peranannya dalam Jejak Kraton

BacaJuga

Makam Van Beck Jejak Eropa di Cigugur Kuningan

Makam Van Beck Jejak Eropa di Cigugur Kuningan

Menelusuri Jejak Peradaban Purba di Tugu Gede Cisolok Sukabumi

Menelusuri Jejak Peradaban Purba di Tugu Gede Cisolok Sukabumi

www.fokusnasional.id – Di tengah hiruk-pikuk Yogyakarta yang semakin padat, terdapat jejak sejarah yang sering terlupakan. Bukan hanya tentang benteng atau istana megah, tetapi juga mengenai masjid-masjid tua yang berdiri sejak ratusan tahun lalu. Sejarah Masjid Pathok Negoro telah menjadi bagian penting yang perlu dipahami oleh generasi muda kita.

Mendengar istilah “pathok,” banyak orang yang mungkin beranggapan ini berhubungan dengan batas atau penanda. Nyatanya, makna tersebut sangat relevan. Masjid Pathok Negoro dibangun untuk menjadi penanda penting bagi kerajaan, tetapi kisah di baliknya jauh lebih menarik, penuh dengan lapisan sejarah dan nilai. Tiap masjid memiliki posisi dan peran yang tak hanya terbatas pada aspek ibadah saja.

Sejarah Masjid Pathok Negoro, Bukan Sekadar Tempat Ibadah

Masjid Pathok Negoro lebih dari sekadar tempat beribadah. Masjid ini didirikan dengan tujuan yang mendalam oleh Sri Sultan Hamengku Buwana I. Empat masjid dibangun di empat penjuru Yogyakarta, bukan hanya untuk menandai batas, tetapi juga untuk melindungi wilayah. Sejarah menunjukkan bahwa keberadaan masjid ini menjadi bagian penting dari strategi pertahanan Keraton.

Selain itu, masjid juga memiliki fungsi sosial yang signifikan. Di sana, warga masyarakat berkumpul, belajar agama, dan menyelesaikan permasalahan. Fungsi masjid berkembang, menjadikannya tempat pendidikan, pengadilan, dan bahkan pusat pertahanan masyarakat. Sejarah Masjid Pathok Negoro berawal dari masa awal berdirinya Kasultanan Yogyakarta, di mana Sri Sultan Hamengku Buwana I berupaya membangun kekuatan yang terpadu, tanpa bergantung hanya pada benteng atau prajurit.

Letak masjid yang strategis, di ujung Kuthanegara dan Negaragung, menunjukkan maksud Sultan untuk mendekatkan masyarakat dengan pusat pemerintahan. Dengan demikian, masjid menjadi wajah Keraton di hadapan rakyat yang berada di luar lingkup kerajaan.

Masjid Mlangi, Warisan Sang Kyai

Masjid Mlangi, yang terletak di sebelah barat Yogyakarta, didirikan oleh Kyai Nur Imam, yang merupakan kerabat Sultan. Tanah untuk masjid ini diberikan sebagai bentuk penghargaan. Keberadaan Masjid Mlangi bukan hanya sekadar tempat ibadah; sejak awal, kawasan sekitarnya juga berfungsi sebagai pusat pendidikan Islam.

Hingga kini, suasana religius di Mlangi masih terasa kental. Masyarakat setempat mengelola masjid, namun tetap terhubung dengan Keraton melalui kehadiran abdi dalem yang menjaga tempat ini. Kehadiran mereka mencerminkan hubungan yang erat antara masyarakat dan kekuasaan Keraton.

Masjid Plosokuning dan Kisah Pemindahan

Masjid Plosokuning memiliki cerita yang unik. Sebelum Keraton berdiri, masjid ini sudah ada dan didirikan oleh Kyai Mursodo. Namun, setelah Keraton mulai dibangun, Sultan memindahkannya ke posisi saat ini.

Bangunan masjid yang baru mengadopsi desain yang terinspirasi oleh Masjid Gedhe, dengan atap yang menampilkan model tumpang. Meskipun hanya terdiri dari dua tingkat, desain ini mencerminkan kekuatan budaya Islam Jawa. Elemen arsitektur yang sederhana ini mengandung makna yang mendalam, melambangkan nilai dan filosofi yang terkandung di dalamnya.

Masjid Dongkelan dan Jejak Perjuangan Diponegoro

Masjid Dongkelan yang terletak di selatan kota menyimpan sejarah perjuangan yang tak terlupakan. Sebagai salah satu dari Masjid Pathok Negoro, masjid ini memiliki peran penting dalam sistem pertahanan Kesultanan Yogyakarta. Masjid Dongkelan menjadi saksi bisu perjuangan pada masa perlawanan Pangeran Diponegoro.

Karena dianggap sebagai markas musuh, masjid ini dibakar oleh pihak Belanda hingga hampir rata dengan tanah. Masjid Dongkelan didirikan pada tahun 1775 dengan Kyai Syihabudin sebagai penghulunya. Bangunan awalnya memiliki atap yang terbuat dari ijuk.

Keberadaan mustaka, hiasan dari tanah liat yang terletak di atap masjid, menjadi ciri khas Masjid Dongkelan. Ini adalah satu-satunya bagian yang tetap tersisa setelah insiden pembakaran oleh Belanda.

Masjid Babadan dan Kisah yang Hilang di Masa Jepang

Masjid Babadan dibangun pada tahun 1774 dengan arsitektur khas Masjid Pathok Negoro, menggunakan konstruksi tajug di ruang utamanya. Selain itu, terdapat pawestren yang ditujukan untuk jamaah wanita.

Di masa awal berdirinya, masjid ini juga berfungsi sebagai Kantor Urusan Agama (KUA). Namun, pada tahun 1943, pemerintah pendudukan Jepang melakukan penggusuran yang mengakibatkan hilangnya masjid dari lokasi aslinya. Sebagai respons, masyarakat setempat melakukan gotong royong untuk memindahkan bangunan masjid ke daerah Kentungan, yang kini dikenal sebagai Babadan Baru.

Selesai dibangunnya kembali pada periode pemerintahan Sri Sultan Hamengku Buwono IX, masjid tersebut kini dikenal sebagai Masjid Ad-Dorajat, kembali ke asalnya setelah melalui perjuangan yang panjang.

Makna Besar

Hingga hari ini, Masjid Pathok Negoro masih berdiri tegak. Ia tidak hanya sebagai saksi sejarah, tetapi juga tetap hidup dalam aktivitas harian jamaahnya. Beragam ciri khas dan kisah dari setiap masjid menghadirkan kekayaan yang mendalam, mencerminkan pertimbangan posisi, nilai, dan kebutuhan masyarakat pada masanya.

Sejarah Masjid Pathok Negoro memiliki hubungan yang erat dengan perjalanan Keraton. Masjid-masjid tersebut bukan hanya simbol spiritual, tetapi juga simbol kekuasaan dan pendidikan yang selalu melindungi wilayah di sekitarnya.

Previous Post

Penyebab dan Solusi Speaker Atas iPhone yang Tidak Berfungsi

Next Post

Shabrina Leanor Menang Indonesian Idol 2025 dan Mendapat Banyak Hadiah

Rekomendasi

No Content Available

Jaringan Media

  • lensautama.id
  • wartafakta.id
  • kabarsuara.id
  • beritacepat.id
  • posbenua.id
  • metrosuara.id
  • lineberita.id
  • radarharian.id
  • tempoaktual.id
  • pantauindonesia.id
  • sekilasnews.id
  • fokustempo.id
  • mediapos.id
  • bangsanews.id
  • terasfakta.id
  • indofakta.id
  • indotempo.id
  • arahberita.id
  • rincilokal.id
  • lacakberita.id
  • cuplikdata.id
  • siarandaerah.id
  • nalarberita.id
  • narasiutama.id
  • pusatkabar.id
  • pantaupublik.id
  • teropongpublik.id
  • portalkabar.id
  • kilaswarta.id
  • cahayaberita.id
  • rekamfakta.id
  • pijarberita.id
  • detilberita.id
  • indokritis.id
  • citraberita.id
  • perskita.id
  • nusainfo.id
  • lintasbangsa.id
  • laporanmetro.id
  • lensapublik.id
  • citraharian.id
  • zonaliputan.id
  • liputanmetro.id
  • indoheadline.id
  • arahkabar.id
  • zonajurnalis.id
  • infobangsa.id
  • logikaberita.id
  • mediasiaran.id
  • rakyatupdate.id
  • infoheadline.id
  • beritakritis.id
  • suarawan.id
  • jurnalita.id
  • layardunia.id
  • fokuspagi.id
  • indonesiacek.id
  • saluranrakyat.id
  • livemetro.id
  • setarainfo.id
  • rakyatinfo.id
  • detaklokal.id
  • harianlokal.id
  • metromerdeka.id
  • opiniglobal.id
  • ulasutama.id
  • potretpublik.id
  • pantaukabar.id
  • infonyata.id
  • kupasin.id
  • lipututama.id
  • riliskini.id
  • layarkabar.id
  • rekamperistiwa.id
  • tapkabar.id
  • pintukabar.id
  • intipfakta.id
  • laporterbaru.id
  • serbuanews.id
  • detakmedia.id
  • realitaterkini.id
  • petaberita.id
  • intikabar.id
  • mediaagenda.id
  • sisiberita.id
  • jakartavnews.com
  • wartafokus.com
  • bicarapublik.com
  • pantaumedia.com
  • rilisutama.com
  • suaraperistiwa.com
  • stasiunfakta.com
  • kabartajam.com
  • wawasanberita.com
  • sinyalberita.com
  • penanasional.com
  • medianalar.com
  • metronarasi.com
  • publikraya.com

Kategori

  • Bisnis
  • Hiburan
  • Historia
  • Properti
  • Teknologi
Fokus Nasional

© 2025 FokusNasional - Seluruh hak cipta dilindungi hukum Republik Indonesia.

Informasi Kami

  • Hubungi Kami
  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi

Social Media

No Result
View All Result
  • Home
  • Teknologi
  • Properti
  • Bisnis
  • Hiburan
  • Historia

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?