www.fokusnasional.id – Penjara Poncol Cimahi, yang juga dikenal sebagai Rumah Tahanan Militer Poncol, merupakan sebuah bangunan bersejarah yang telah berdiri sejak era penjajahan Belanda. Lokasinya yang strategis di Jalan Poncol Selatan, Baros, Cimahi Tengah, menjadi saksi bisu perjalanan sejarah Indonesia dan masih dilestarikan hingga hari ini.
Sejak dibangun pada tahun 1886, desain asli bangunan ini masih terjaga dengan baik tanpa ada perubahan signifikan. Keberadaan penjara ini merupakan pengganti penjara Semarang yang sudah tidak layak dan tidak manusiawi lagi, menunjukkan komitmen masa lalu untuk memperbaiki praktek hukum di kolonial.
Bangunan ini mempunyai arsitektur yang khas, mencerminkan gaya Belanda yang mendominasi masa itu. Dalam waktu yang cukup lama, penjara ini telah menyimpan banyak cerita yang mungkin tidak diketahui oleh banyak orang, termasuk bagaimana penjara ini berfungsi dalam berbagai era pemerintahan.
Sejarah dan Asal-Usul Penjara Poncol Cimahi yang Menarik
Selama lebih dari tiga ratus tahun, Belanda menjajah Indonesia dan meninggalkan berbagai warisan, termasuk penjara militer ini. Terletak di belakang lapangan sepak bola Rajawali, penjara ini memiliki tampilan megah yang menghadap Jalan Raya Gatot Subroto.
Tidak banyak yang mengetahui bahwa penjara ini dirancang untuk menjadi lebih manusiawi dibandingkan penjara sebelumnya di Semarang. Rencana pembangunan dilakukan pada tahun 1885, dan diresmikan setahun kemudian sebagai Militaire Strafgevangenis.
Selama pendudukan Jepang, penjara ini tetap berfungsi, menahan para pemimpin dan anggota militer Hindia Belanda. Hingga kini, Penjara Poncol telah berusia lebih dari seratus tiga puluh tahun, namun struktur bangunannya tetap kokoh dan terawat.
Keistimewaan dan Struktur Bangunan Penjara Poncol
Lemasmil Poncol memiliki luas lahan 4,7 hektare dengan banyak ruang untuk staf dan narapidana. Terdapat empat blok untuk narapidana serta satu blok khusus untuk karantina bagi tentara yang baru masuk ke sini.
Satu hal yang membuat penjara ini unik adalah kompor tungku dengan cerobong, yang masih digunakan hingga saat ini untuk memasak makanan. Kompor ini merupakan bagian dari sejarah bangunan dan digunakan dengan menggunakan kayu sebagai bahan bakar.
Hanya sedikit renovasi yang dilakukan pada bangunan ini karena upaya untuk menjaga keaslian bentuk dan warna aslinya. Hal ini menunjukkan komitmen untuk melestarikan warisan sejarah yang penting bagi masyarakat.
Nama Terkenal yang Pernah Menghuni Lemasmil Poncol
Sejumlah nama terkenal dari kalangan militer pernah menghuni Penjara Poncol. Di antara mereka adalah Letkol Untung, yang dikenal sebagai komandan pasukan pengawal presiden pada masa itu dan juga Dr. Soebandrio yang terlibat dalam peristiwa G30S PKI.
Satu contoh menarik adalah Eddy Sampak, seorang narapidana yang terkenal karena kasus pembunuhan yang melibatkan anggota TNI. Ia menjadi sorotan publik di tahun 1977 dan menjadi bagian dari sejarah penjara ini.
Saat ini, penjara ini hanya menampung sekitar tujuh puluh tahanan militer dengan berbagai pelanggaran, menunjukkan bahwa meskipun sejarahnya panjang, fungsinya tetap relevan hingga kini.


