Fokus Nasional
  • Login
  • Home
  • Teknologi
  • Properti
  • Bisnis
  • Hiburan
  • Historia
SUBSCRIBE
No Result
View All Result
  • Home
  • Teknologi
  • Properti
  • Bisnis
  • Hiburan
  • Historia
No Result
View All Result
Fokus Nasional
No Result
View All Result

Wijk Yogyakarta, Asal Mula Pembentukan Kawasan Kotabaru

Wijk Yogyakarta, Asal Mula Pembentukan Kawasan Kotabaru

BacaJuga

Ziarah dan Mengenang Sejarah di Makam Arya Kemuning Kuningan

Ziarah dan Mengenang Sejarah di Makam Arya Kemuning Kuningan

Sejarah Sri Gading Anteg, Tokoh Berpengaruh di Tasikmalaya

Sejarah Sri Gading Anteg, Tokoh Berpengaruh di Tasikmalaya

www.fokusnasional.id – Yogyakarta dikenal sebagai wilayah yang kaya akan sejarah dan budaya. Salah satu daerah yang menyimpan banyak cerita adalah Kelurahan Kotabaru, yang dulunya dikenal dengan nama Nieuwe Wijk Yogyakarta. Wilayah ini menawarkan gambaran jelas mengenai dinamika sosial dan politik yang terjadi sejak masa kolonial.

Kotabaru terletak di Kemantren Gondokusuman, sebuah area padat yang memiliki daya tarik tersendiri. Keberadaan kawasan ini tidak terlepas dari pengaruh kebijakan kolonial Hindia Belanda dan perubahan yang dibawa oleh pemerintah kolonial di awal abad ke-20.

Kawasan ini mencerminkan bagaimana pembangunan kota dan interaksi sosial berkembang seiring dengan perubahan yang terjadi dalam masyarakat. Sejarah Kotabaru jelas menggambarkan kompleksitas yang terjadi pada masa itu, baik secara politik, ekonomi, maupun sosial.

Asal Usul Kelurahan Kotabaru dan Perkembangannya

Sejarah berdirinya Kelurahan Kotabaru dimulai saat pemerintahan Sultan Hamengkubuwana VII. Terciptanya konsep kota taman ini ditujukan untuk mengakomodasi kebutuhan tempat tinggal bagi warga Eropa yang datang ke Jogja. Gagasan tersebut muncul seiring dengan kebijakan politik pintu terbuka yang dicanangkan oleh pemerintah Belanda pada awal 1920-an.

Kebijakan itu mengizinkan bangsa asing untuk melakukan investasi di wilayah jajahan, termasuk Yogyakarta. Hal ini sejalan dengan peraturan Agrarische Wet, yang mempermudah akses orang Eropa terhadap lahan. Konsekuensi dari kebijakan ini adalah semakin banyaknya imigran yang berdatangan ke kawasan ini.

Di tengah meningkatnya populasi Eropa dan pertumbuhan industri, kebutuhan akan permukiman yang layak semakin mendesak. Cornelis Canne, sang Residen Yogyakarta saat itu, merancang perluasan kota untuk menampung imigran tersebut, setelah mendapatkan persetujuan dari Sultan.

Persetujuan untuk membangun kawasan tersebut ditandai dengan Rijksblad van Sultanaat Djogjakarta No. 12 tahun 1917. Regulasi ini terdiri dari sebelas bab yang mengatur potensi pembangunan di wilayah tersebut. Tentu saja, semua proyek harus berada dalam pengawasan ketat dari pihak Kasultanan.

Pemilihan Lahan dan Proses Konstruksi

Pemilihan lokasi untuk pengembangan kawasan Nieuwe Wijk dilakukan di sisi timur Sungai Code, khususnya di utara Stasiun Lempuyangan. Di tempat ini, Rumah Sakit Militer yang didirikan pada tahun 1913 sudah ada sebelumnya. Dengan lingkungan yang asri dan tenang, kawasan ini dianggap cocok dijadikan permukiman.

Pentingnya proyek ini membuat pemerintah kolonial memilih arsitek ternama, Thomas Karsten, untuk menangani perencanaan kawasan. Karsten dikenal sebagai pionir tata ruang modern di Hindia Belanda, dan ia merancang lingkungan dengan konsep kota taman terintegrasi.

Dari desainnya yang terinspirasi oleh model garden city di London, bangunan di Nieuwe Wijk tetap mempertahankan gaya arsitektur Eropa, terutama Belanda. Proses pembangunan dimulai pada tahun 1917 dan diperkirakan selesai dalam lima tahun, hingga resmi dikenal sebagai Nieuwe Wijk Yogyakarta.

Kawasan ini dirancang dengan infrastruktur yang baik, mencakup jalan-jalan arteri dan boulevard yang mempermudah akses. Seiring waktu, berbagai fasilitas publik mulai bermunculan, seperti pusat olahraga yang saat ini dikenal sebagai Stadion Kridosono.

Fasilitas Umum dan Pendidikan di Kotabaru

Dengan berkembangnya Nieuwe Wijk, sejumlah fasilitas umum mulai dibangun. Ini tidak hanya untuk kepentingan warga Eropa, tetapi juga masyarakat lokal. Sektor pendidikan pun menjadi prioritas, seiring dengan berdirinya beberapa sekolah penting.

Di antara sekolah tersebut, terdapat Algemeene Middelbare School yang kini dikenal sebagai SMA Negeri 3 Yogyakarta. Selain itu, ada juga Christelijke MULO School, sekarang SMA Bopkri 1 Yogyakarta, serta Normal School yang kini adalah SMP Negeri 5 Yogyakarta.

Dari sisi kesehatan, Rumah Sakit Petronella atau RS Bethesda juga dibangun untuk melayani kebutuhan medis masyarakat. Di bidang keagamaan, pemerintah kolonial mendirikan dua gereja besar, yaitu Gereja Kristen dan Gereja Kotabaru yang melayani umat Katolik.

Perubahan pada Masa Pendudukan Jepang

Ketika Jepang menduduki Indonesia, fungsi kawasan Nieuwe Wijk berubah drastis. Bangunan-bangunan yang sebelumnya digunakan untuk permukiman kini dialihkan menjadi markas tentara Jepang. Beberapa fasilitas seperti gereja juga dialihfungsikan untuk kepentingan militer.

Pada tanggal 7 Oktober 1945, pertempuran sengit terjadi antara pemuda Yogyakarta dan pasukan Jepang, menandai perjuangan melawan penjajahan. Dalam peristiwa tersebut, banyak tentara Jepang tewas, bersamaan dengan sejumlah pejuang lokal yang berjuang untuk mendapatkan kemerdekaan.

Sebagai penghormatan kepada para pejuang yang gugur, pemerintah menamai beberapa jalan di Kotabaru dengan nama-nama mereka. Juga, dibangun Masjid Syuhada pada tahun 1952 sebagai simbol penghormatan terhadap mereka yang memberi jiwa untuk bangsa.

Peran Kotabaru Pasca Kemerdekaan

Setelah proklamasi kemerdekaan, Yogyakarta menjadi ibu kota Indonesia untuk beberapa waktu. Dalam situasi ini, Kotabaru berfungsi sangat penting sebagai pusat pemerintahan. Banyak bangunan bekas militer Jepang bertransformasi menjadi gedung-gedung pemerintahan dan perumahan.

Beberapa rumah besar di kawasan ini diubah menjadi kantor lembaga pemerintah, misalnya Departemen Sosial yang berlokasi dekat Gereja Kotabaru. Seiring waktu, nama Nieuwe Wijk Yogyakarta berganti menjadi Kotabaru, menandai perubahan waktu dan konteks sejarahnya.

Dengan jejak panjang sejarahnya, Kotabaru bukan hanya sekadar wilayah, tetapi juga saksi bisu perjalanan bangsa. Dari masa kolonial hingga kemerdekaan, setiap sudutnya menyimpan cerita yang menginspirasi, mencerminkan semangat perjuangan dan kebangkitan rakyat.

Previous Post

Bocoran Galaxy A07 Resmi dari Google Play Console

Next Post

Tanggapan Sarwendah Terhadap Tuduhan Selingkuh dan Kelahiran Anaknya

Rekomendasi

No Content Available

Jaringan Media

  • lensautama.id
  • wartafakta.id
  • kabarsuara.id
  • beritacepat.id
  • posbenua.id
  • metrosuara.id
  • lineberita.id
  • radarharian.id
  • tempoaktual.id
  • pantauindonesia.id
  • sekilasnews.id
  • fokustempo.id
  • mediapos.id
  • bangsanews.id
  • terasfakta.id
  • indofakta.id
  • indotempo.id
  • arahberita.id
  • rincilokal.id
  • lacakberita.id
  • cuplikdata.id
  • siarandaerah.id
  • nalarberita.id
  • narasiutama.id
  • pusatkabar.id
  • pantaupublik.id
  • teropongpublik.id
  • portalkabar.id
  • kilaswarta.id
  • cahayaberita.id
  • rekamfakta.id
  • pijarberita.id
  • detilberita.id
  • indokritis.id
  • citraberita.id
  • perskita.id
  • nusainfo.id
  • lintasbangsa.id
  • laporanmetro.id
  • lensapublik.id
  • citraharian.id
  • zonaliputan.id
  • liputanmetro.id
  • indoheadline.id
  • arahkabar.id
  • zonajurnalis.id
  • infobangsa.id
  • logikaberita.id
  • mediasiaran.id
  • rakyatupdate.id
  • infoheadline.id
  • beritakritis.id
  • suarawan.id
  • jurnalita.id
  • layardunia.id
  • fokuspagi.id
  • indonesiacek.id
  • saluranrakyat.id
  • livemetro.id
  • setarainfo.id
  • rakyatinfo.id
  • detaklokal.id
  • harianlokal.id
  • metromerdeka.id
  • opiniglobal.id
  • ulasutama.id
  • potretpublik.id
  • pantaukabar.id
  • infonyata.id
  • kupasin.id
  • lipututama.id
  • riliskini.id
  • layarkabar.id
  • rekamperistiwa.id
  • tapkabar.id
  • pintukabar.id
  • intipfakta.id
  • laporterbaru.id
  • serbuanews.id
  • detakmedia.id
  • realitaterkini.id
  • petaberita.id
  • intikabar.id
  • mediaagenda.id
  • sisiberita.id
  • jakartavnews.com
  • wartafokus.com
  • bicarapublik.com
  • pantaumedia.com
  • rilisutama.com
  • suaraperistiwa.com
  • stasiunfakta.com
  • kabartajam.com
  • wawasanberita.com
  • sinyalberita.com
  • penanasional.com
  • medianalar.com
  • metronarasi.com
  • publikraya.com

Kategori

  • Bisnis
  • Hiburan
  • Historia
  • Properti
  • Teknologi
Fokus Nasional

© 2025 FokusNasional - Seluruh hak cipta dilindungi hukum Republik Indonesia.

Informasi Kami

  • Hubungi Kami
  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi

Social Media

No Result
View All Result
  • Home
  • Teknologi
  • Properti
  • Bisnis
  • Hiburan
  • Historia

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?